Rabu, 26 Oktober 2016

Penulisan Sefer Torah

sebelum kita menlanjutkan mempelajari Torah , ada baiknya kita sedikit membahas Torah

berdasarkan beberapa penafsiran , di percaya , jika setiap pemuda Israel , wajib setidaknya menyalin Sefer Torah minimal 1 x dalam hidupnya
    Ulangan 31:19
    LAI TB, Oleh sebab itu tuliskanlah nyanyian ini dan ajarkanlah kepada orang Israel, letakkanlah di dalam mulut mereka, supaya nyanyian ini menjadi saksi bagi-Ku terhadap orang Israel.
Penulisan Sefer Torah , bukanlah hal yang main2x , Gulungan kitab ini ditulis menggunakan abjad Ibrani, dan seluruhnya terdiri dari 304.805 huruf, semuanya harus disalin dengan tepat oleh penulis (soferbahasa Inggrisscribe) yang terlatih. Untuk menulis satu gulungan lengkap dibutuhkan waktu kira-kira satu setengah tahun lamanya. Satu kesalahan penyalinan membuat sefer Torah menjadi pasul ("cacat; tidak sah; invalid"). Menurut Talmud, semua gulungan harus ditulis di atas kertas perkamen gevil yang telah diproses dengan garam, tepung dan tinta "m'afatsim" (Iron gall; residu dari enzim tawon/wasp dan kulit pohon) supaya sah. Gulungan-gulungan yang tidak diproses sedemikian dianggap tidak sah (cacat; "invalid")

Sebagai tambahan, Talmud(dalam traktat Bava Batra 14b & Gitten 54b) menyatakan bahwa Musa menggunakan kertas gevil untuk menuliskan gulungan Taurat yang ditempatkannya dalam Tabut Perjanjian.

Kulit sapi atau perkamen yang ditulisi oleh naskah suci Ibrani ini diletakkan pada tempat penyimpanan dari kayu yang dalam bahasa Ibrani disebut עץ חיים ("pohon kehidupan"; Tree of Life). Tempat penyimpanan ini mempunyai dua tiang penggulung (roller), masing-masing mempunyai dua pegangan untuk menggulung naskah, jadi seluruhnya ada 4 pegangan (handle). Di antara pegangan dan tiang penggulung terdapat piringan bulat yang diukiri dengan gambar-gambar tempat suci, dipahat dengan pengenangan bagi penyantun untuk orangtua atau orang-orang yang dikasihi mereka, serta dihiasi dengan emas atau perak.

Dalam zaman modern, sejumlah pakar belajar menjadi sofer, atau penulis terlatih, dan mendapat bayaran untuk menyelesaikan pembuatan suatu Sefer Torah di bawah kontrak untuk suatu komunitas atau pribadi dalam rangka memperingati peristiwa tertentu. Karena beratnya tugas itu, biayanya dapat mencapai ratusan juta rupiah untuk menghasilkan salinan yang memenuhi standar keagamaan.

Kadang , penulis merasa malu , bahwa kita , yang telah di tebus memperlakukan Alkitab kita , kadang dengan cara yang , mungkin keliru (penulis tidak tau , hendaknya pembaca merenungkan dengan secara pribadi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar